Rabu, 11 September 2024

Pelibatan Penyuluh Agama Islam Dalam Percepatan Penurunan Stunting

 

11 September 2014

Bojongsari (KUA) - Penyuluh Agama Islam Memiliki peran yang sangat strategis dalam Upaya percepatan penurunan stuting, hal ini di sampaikan Prof.Dr.Phil.H.Kamaruddin  Amin, MA dalam Pembukaan Zoom di channel Bimas RI (11 September 2024.)

Dengan jangkauan yang luas ke masyarakat, Penyuluh Agama Islam dapat menjadi agen pengerak  yang efektif dalam mengubah perilaku dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting.

Dalam hal ini bentuk dari pelibatan Penyuluh Agama Islam dalam upaya penurunan stunting:

1. Penyampaian Materi Stunting dalam Kegiatan Keagamaan

  • Khotbah Jumat: Menyisipkan pesan-pesan tentang pentingnya gizi seimbang, ASI eksklusif, dan kesehatan ibu hamil dalam khotbah Jumat.
  • Majelis Taklim: Membahas masalah stunting dari perspektif agama dan kesehatan, serta memberikan solusi praktis untuk mencegahnya.
  • Bimwin Calon Pengantin: Mengintegrasikan materi tentang stunting ke dalam Bimbingan calon pengantin, agar calon pengantin memahami pentingnya persiapan kehamilan yang baik.

2. Pendampingan Keluarga

  • Silaturahmi ke Rumah : Melakukan kunjungan rumah ke keluarga berisiko stunting untuk memberikan edukasi dan dukungan
  • Pelibatan Dalam Pembinaan Posyandu: Bekerja sama dengan kader Posyandu dalam memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan balita.
  • Pembentukan Kelompok Binaan  Keluarga Balita (BKB): Memfasilitasi pembentukan kelompok binaan BKB dan memberikan pendampingan secara berkala/Istiqomah

3. Advokasi dan Kerjasama

  • Bermitra kolaborasi dengan Pemerintah: Bekerja sama dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan/puskesmas, dan instansi terkait lainnya dalam menyusun program pencegahan stunting.
  • Sosialisasi Kebijakan: Membantu pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan-kebijakan terkait pencegahan stunting kepada masyarakat.
  • Pemantauan dan Evaluasi: Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pencegahan stunting di masyarakat.

4. Pemanfaatan Media Sosial

  • Membuat Konten Edukatif: Penyuluh agama Islam ikut dalam mensosialisasikan dalam konten yang menarik dan mudah dipahami tentang stunting melalui media sosial.
  • Interaksi dengan Masyarakat: Berinteraksi dengan masyarakat melalui media sosial untuk menjawab pertanyaan dan memberikan informasi yang dibutuhkan.

Alasan Pentingnya Pelibatan Penyuluh Agama Islam:

  • Kepercayaan Masyarakat: Penyuluh agama Islam memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi di masyarakat, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima.
  • Jangkauan Luas: Penyuluh agama Islam memiliki akses ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok marginal.
  • Nilai-nilai Agama: Penyuluh agama Islam dapat menghubungkan masalah stunting dengan nilai-nilai agama, sehingga pesan menjadi lebih relevan dan bermakna.

Dengan melibatkan Penyuluh Agama Islam dalam upaya penurunan stunting, diharapkan dapat:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat: Masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya pencegahan stunting.
  • Mengubah perilaku: Masyarakat termotivasi untuk mengubah perilaku yang berisiko menyebabkan stunting.
  • Menciptakan lingkungan yang mendukung: Tercipta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Peran Penyuluh Agama Islam dalam percepatan penurunan stunting sangatlah penting. Dengan memanfaatkan jaringan dan pengaruhnya, mereka dapat menjadi ujung tombak dalam mewujudkan generasi emas Indonesia yang bebas dari stunting.

By.Thofikkur Rokhman 

Kontak

Akurasi Sempurna: KUA Bojongsari Bersama Pemdes Gembong Sukses Ukur Arah Kiblat Lewat Momentum Rashdul Kiblat

Foto: Kegiatan rasdulkiblat di lapangan Desa Gembong Bharata , pemdes, PCM dan Penyuluh Agama Islam(15/7/2026).  BOJONGSARI (KUA) - Memanfaa...