Foto:Senin, 25/01/2026.Kegiatan Rapat terbatas minggu diakhir bulan Januari 2026.diruang aula KUA BOJONGSARI.
BOJONGSARI (KUA) – Di tengah suasana duka akibat rentetan bencana alam yang menimpa wilayah Purbalingga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojongsari menunjukkan responsibilitas tinggi. Pada Senin pagi (25/01/2026), dipimpin langsung oleh Kepala KUA Bojongsari, Muthohir, jajaran pegawai menggelar rapat koordinasi darurat di ruang aula mulai pukul 07.45 WIB hingga selesai.
Fokus pada Kemanusiaan dan Pemulihan Fasilitas
Rapat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk keprihatinan mendalam atas musibah banjir bandang dan angin ribut yang melanda beberapa titik krusial. Banjir bandang telah melumpuhkan fasilitas umum, memutus jembatan, dan merusak pemukiman warga, terutama di wilayah Karangreja, Mrebet, dan Karangmoncol. Sementara itu, wilayah Bojongsari sendiri sempat diterjang angin ribut pada Jumat (23/01/2026).
"Kita tidak boleh tinggal diam. Selain tugas administratif, tugas kemanusiaan adalah prioritas saat ini. Kita harus memastikan saudara-saudara kita di Karangreja, Mrebet, dan sekitarnya mendapatkan penanganan yang tepat," ujar Muthohir dalam arahannya.
Langkah Konkret KUA dan Kemenag Purbalingga
Menindaklanjuti kehadiran Kemenag Purbalingga di lapangan pada Minggu (24/01/2026), KUA Bojongsari langsung menginstruksikan para Penyuluh Agama untuk:
Melakukan Asesmen Cepat: Mendata kerusakan fasilitas keagamaan seperti Pondok Pesantren (PP), Madrasah Diniyah (Madin), LPA, Mushola, dan Masjid.
Digitalisasi Data: Data yang terkumpul wajib diunggah hari ini juga untuk dilaporkan ke tingkat kabupaten guna percepatan bantuan.
Koordinasi Donasi: Pengumpulan bantuan akan dilakukan satu pintu melalui koordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.
Sinergi APRI, IPARI, dan Gotong Royong Warga
Langkah pasca-bencana juga menjadi sorotan. Organisasi profesi APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) dan IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) kini tengah berkoordinasi intensif untuk terjun ke lapangan. Fokus mereka adalah:
Penyaluran barang layak pakai.
Pemberian bimbingan Trauma Healing bagi warga yang mengalami syok pasca-bencana.
Di sisi lain, semangat gotong royong warga bersama stakeholder setempat terlihat nyata di lapangan. Mengingat akses jalan yang terputus, warga bahu-membahu membangun jembatan darurat dari bambu agar mobilitas masyarakat tidak lumpuh total.
Humas KUA Bojongsari
Thofikkur Rokhman.

