Foto:Kegiatan The Most KUA "Move For Sakinah Maslahat Di RA Diponegoro Banjaran Bojongsari
BOJONGSARI (KUA)- Program "The MOST KUA - Move for Sakinah Maslahat" terus bergerak aktif menjangkau berbagai lapisan masyarakat di Kecamatan Bojongsari. Kali ini, tim penyuluh dari Kantor Urusan Agama (KUA) Bojongsari hadir di tengah komunitas wali murid ibu-ibu RA (Raudhotul Atfal) Diponegoro, Tambangan, Desa Banjaran, pada Selasa (10/03/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari layanan bergerak KUA selama bulan Ramadan 1447 H untuk memastikan bimbingan keluarga sakinah hadir langsung di tengah-tengah komunitas akar rumput.
Membangun Pondasi Keluarga di Era Modern
Dalam kesempatan tersebut, hadir dua penyuluh senior KUA Bojongsari, Thofikkur Rokhman dan Tohar. Dalam paparannya, Thofikkur Rokhman menekankan bahwa keluarga yang kuat adalah kunci utama terciptanya masyarakat yang berkualitas. Beliau mengupas tuntas mengenai konsep Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah, dan Maslahat melalui pendekatan dalil Al-Qur'an yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
4 Pilar Utama Keluarga Sakinah
Dihadapan ibu-ibu wali murid yang antusias, Thofikkur Rokhman menjelaskan empat pilar pondasi dalam berumah tangga:
1. Zawaaj (Relasi Berpasangan): Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Baqarah: 187, suami dan istri adalah ibarat pakaian bagi satu sama lain—saling melindungi, menutupi kekurangan, dan menghiasi.
2.Mitsaaqan Ghalizhan (Janji Kokoh): Memandang pernikahan bukan sekadar ikatan biasa, melainkan janji suci dan kuat di hadapan Allah SWT, sesuai tuntunan QS. An-Nisa: 21.
3.Mu’asyarah bil Ma’ruf (Saling Berbuat Baik): Menanamkan sikap dan perilaku santun serta penuh kasih sayang dalam interaksi suami-istri, sebagaimana perintah dalam QS. An-Nisa: 19.
4.Musyawarah (Rembugan Bersama): Segala urusan rumah tangga harus diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan diskusi bersama, sesuai semangat QS. Al-Baqarah: 233.
Layanan Berdampak di Bulan Suci
Sinergi antara Thofikkur Rokhman dan Tohar dalam menyampaikan materi membuat suasana pembinaan berlangsung dialogis. Ibu-ibu wali murid RA Diponegoro nampak responsif dalam sesi diskusi, mencerminkan kerinduan masyarakat akan bimbingan keagamaan yang menyentuh ranah praktis keluarga.
Melalui pilar-pilar ini, kita berharap ibu-ibu wali murid tidak hanya mencetak anak-anak yang shalih secara intelektual di RA, tetapi juga membangun ekosistem rumah tangga yang damai dan maslahat bagi lingkungan sekitar," ujar Thofikkur di sela-sela kegiatannya.
Kegiatan The MOST KUA ini kembali membuktikan komitmen KUA Bojongsari dalam bertransformasi: tidak hanya melayani secara administratif, tetapi aktif bergerak (move) untuk memberikan dampak nyata bagi ketahanan keluarga di wilayah Bojongsari.
Humas KUA Bojongsari