Foto: Senin ,6/04/2026. Kepala KUA Bojongsari "Muthohir"menerima siswa-siswi dari MAN Purbalingga.
Bojongsari (KUA) -Suasana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojongsari tampak berbeda pada Senin (6/4/2026). Puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga tidak datang untuk mendaftarkan pernikahan, melainkan untuk "menelusuri" lebih dalam apa yang terjadi di balik meja administrasi dan ruang sidang akad nikah.
Kunjungan edukatif ini dirancang agar para siswa tidak hanya memahami teori di bangku sekolah, tetapi melihat langsung bagaimana negara mengatur institusi sakral bernama keluarga.
Membaca Data, Menangkap Fenomena
Dalam sesi dialog interaktif, para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan kritis kepada para Penghulu dan Penyuluh Agama. Diskusi tidak hanya berputar pada syarat administratif, tetapi merambah ke isu sosial yang nyata di lapangan, seperti:
Pernikahan adalah marathon panjang, bukan lari cepat. Dibutuhkan kesiapan mental, fisik, dan ekonomi. Jangan sampai masa depan terhambat karena keputusan yang terburu-buru," tegas Muthohir.
Garda Terdepan: Peran Vital Penyuluh Agama
Tak hanya soal dokumen, siswa juga diperkenalkan dengan peran Penyuluh Agama sebagai konselor masyarakat. Tohar, salah satu Penyuluh Agama di Bojongsari, menjelaskan bahwa tugas mereka adalah menjaga ketahanan keluarga bahkan sebelum akad diucapkan.
Kunjungan ini diharapkan mampu membuka mata para siswa bahwa pernikahan adalah tanggung jawab besar yang memerlukan kematangan paripurna. Dengan pemahaman ini, siswa MAN Purbalingga diharapkan menjadi generasi yang lebih terencana dalam meniti masa depan.
Humas KUA Bojongsari: Thofikkur Rokhman
Pewarta: Tohar


