Senin, 20 Oktober 2025

Sambut Hari Santri, KUA Bojongsari Padukan Nilai Kesantrian dan Komitmen Zona Integritas" Tahun 2025

 

Foto:Dokumentasi Kantor Urusan Agama Kegiatan Menyongsong Hari Santri Nasional (22 Oktober 2025) 20/0/10/205

BOJONGSARI (KUA)- Menyambut peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga telah mengeluarkan surat edaran nomor 5302/kk.11.03/1/HM . 02.3/10/2025. Peringatan HSN tahun ini mengusung tema besar "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia", yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menguatkan kualitas spiritual dan kesehatan para santri.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojongsari mengambil langkah proaktif. Kepala KUA Bojongsari, Muthohir, dalam amanatnya menekankan pentingnya sinergi dan integrasi dengan instansi di atasnya.


"Kita harus terintegrasi dengan di atasnya (Kemenag Kabupaten) sebagai wujud untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik," tegas Muthohir.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa momentum Hari Santri ini selaras dengan komitmen KUA Bojongsari dalam mendukung  Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) tahun 2025 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Dengan Semangat HSN dijadikan landasan untuk memperkuat integritas dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.


Sebagai simbol partisipasi dan perwujudan semangat kebersamaan, seluruh jajaran KUA Bojongsari juga diinstruksikan untuk mengenakan pakaian santri. Ketentuan bagi laki-laki adalah mengenakan sarung, atasan baju koko putih, dan memakai peci hitam. Sementara itu, bagi perempuan, diwajibkan mengenakan bawahan sarung, atasan kemeja putih, dengan kerudung yang menyesuaikan.


Langkah ini menunjukkan bahwa KUA Bojongsari tidak hanya merayakan HSN secara seremonial, tetapi juga menjadikannya sebagai momentum untuk menginternalisasi nilai-nilai kesantrian dalam pelayanan publik dan komitmen anti-korupsi.


Pewarta: Thofikkur Rokhman







Minggu, 19 Oktober 2025

Satu Tahun Penuh Makna: H. Zahid Khazani Pimpin Kemenag Purbalingga "Melangkah Bersama" Menuju Zona Integritas WBK Tahun 2025

 

Foto: Dokumentasi Kantor Urusan Agama Kecamatan Bojongsari, H. Zahid Khazani. Ahad 20/10/2025

Satu Tahun Penuh Makna:H. Zahid Khazani Pimpin Kemenag Purbalingga "Melangkah Bersama" Menuju Zona Integritas WBK 2025

Bojongsari (KUA)- Ahad 20/10/2025 tepat hari ini, perjalanan kepemimpinan H. Zahid Khazani sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga genap berusia satu tahun. Sejak dilantik pada 17 Oktober 2024, kehadirannya telah membawa nuansa perubahan dan semangat baru di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Satu tahun kepemimpinannya dinilai penuh makna. Dengan rekam jejak (track record) yang menginspirasi, memulai karir dari bawah sebagai Penyuluh Agama Islam di Sigaluh, Banjarnegara H. Zahid Khazani membuktikan bahwa dedikasi dan integritas adalah kunci utama dalam pengabdian.

Dalam masa satu tahun ini, fokus utamanya adalah membawa Kankemenag Purbalingga meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Dengan mengusung semangat "Melangkah Bersama Menuju Sukses Zona Integritas (ZI) Tahun 2025," ia mengajak seluruh jajarannya untuk berkomitmen penuh dalam reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Bagi jajarannya, H. Zahid Khazani dikenal sebagai pemimpin yang konsisten memberikan semangat ketauladanan. Ia tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga turun langsung memastikan setiap program berjalan sesuai dengan koridor integritas dan profesionalitas.

Memasuki tahun kedua pengabdiannya, harapan dan doa menyertai langkahnya. Seiring dengan upaya mewujudkan WBK, segenap keluarga besar Kankemenag Purbalingga mendoakan agar Bapak H. Zahid Khazani senantiasa diberikan kesehatan, kesabaran, serta kekuatan lahir dan batin oleh Allah SWT.

Semoga kepemimpinannya selalu dalam lindungan-Nya, dilimpahi keberkahan, dan meraih kesuksesan, tidak hanya dalam karir di dunia, tetapi juga kebahagiaan di akhirat. Aamiin.


Pewarta: Thofikkur Rokhman

Jumat, 17 Oktober 2025

Gelorakan Semangat Keluarga Sakinah, Ketua DWP Bojongsari Sosialisasikan "Tepuk Sakinah" di Majelis Taklim

 

Foto:Dokumentasi Kantor Urusan Agama Kegiatan Mensosialisasikan "Tepuk Sakinah" Siti Nur Laely (Ketua Darma wanita Kecamatan Bojongsari) 17/10/2025

BOJONGSARI (KUA) – Upaya untuk membangun fondasi keluarga yang kokoh dan harmonis terus digalakkan di Kecamatan Bojongsari. Salah satu inisiatif inspiratif datang dari Ibu Siti Nur Laely, yang merupakan Istri Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Bojongsari. Dengan metode yang kreatif dan mudah diingat, ia aktif mensosialisasikan "Tepuk Sakinah" di berbagai forum majelis taklim dan organisasi keagamaan.


"Tepuk Sakinah" bukan sekadar tepuk tangan biasa. Di baliknya, terkandung pesan-pesan mendalam mengenai pilar keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Melalui gerakan dan lirik sederhana, Ibu Siti Nur Laely mengajak para ibu dan anggota majelis taklim untuk memahami dan menanamkan nilai-nilai keharmonisan rumah tangga dengan cara yang menyenangkan.


Aktivitas sosialisasi ini dijalankan secara konsisten di tengah kesibukannya yang padat. Sebagai seorang pendidik yang sehari-hari mengajar di MI Muhammadiyah Wirasana, semangatnya untuk berbagi ilmu tidak pernah surut. Ia juga aktif mengisi pembinaan di Majelis Taklim Aisyiyah Ranting Brecek.


Dedikasinya terlihat dari kegiatannya yang sering "turun ke bawah" (turba). Sebagai bagian dari program Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Ibu Siti Nur Laely rajin mengunjungi Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) untuk memberikan pendampingan dan motivasi secara langsung. Kehadirannya di tengah-tengah masyarakat tidak hanya sebagai figur istri pejabat, tetapi juga sebagai seorang guru dan kader organisasi yang peduli.


Peran gandanya sebagai seorang pendidik dan figur organisasi perempuan menjadi kekuatan utama. Latar belakangnya sebagai guru membuatnya mampu menyampaikan materi pembinaan dengan cara yang mudah dipahami, sementara perannya sebagai Ketua DWP dan aktivis Aisyiyah memberinya platform yang luas untuk menjangkau masyarakat.


Upaya yang dilakukan oleh Siti Nur Laely ini merupakan wujud nyata dari dakwah bil hal (dakwah melalui perbuatan), yang bertujuan memperkuat ketahanan keluarga sebagai unit terkecil namun terpenting dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia.

Pewarta: Thofikkur Rokhman

Antisipasi Dampak Kasus Viral,Penyuluh Agama Islam KUA Bojongsari Gelar Pembinaan Akhlak dan Anti-Bullying di SMKN 1 Bojongsari

 

Foto:Kegiatan Penyuluh Agama Islam KUA Bojongsari Gelar Pembinaan Akhlak dan Anti-Bullying Di SMKN 1 Bojongsari  17/10/2025

Antisipasi Dampak Kasus Viral,Penyuluh Agama Islam KUA Bojongsari Gelar Pembinaan Akhlak dan Anti-Bullying di SMKN 1 Bojongsari

Bojongsari (KUA) -Beredarnya video viral mengenai insiden kekerasan yang melibatkan Kepala Sekolah SMAN I Cimarga, Dini Fitri, terhadap seorang siswa kelas 12 di Kabupaten Lebak, Banten, telah memicu keprihatinan luas di dunia pendidikan. Merespons hal tersebut dengan cepat, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) 'Muthohir' Kecamatan Bojongsari mengambil langkah proaktif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayahnya.

Kepala KUA Bojongsari  menugaskan para Penyuluh Agama Islam (PAI) untuk segera menggencarkan pembinaan ke sekolah-sekolah melalui program BRUS (Bina Remaja Usia Sekolah). Program ini difokuskan pada isu-isu krusial seperti perundungan (bullying), penguatan akidah, serta pembentukan akhlak mulia guna menciptakan generasi muda yang berperilaku baik dan terhormat.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, tim PAI KUA Bojongsari langsung bergerak dan berkoordinasi dengan sejumlah sekolah. Salah satu yang menjadi sasaran awal adalah SMKN 1 Bojongsari. Inisiatif ini disambut hangat oleh pihak sekolah, khususnya oleh guru Pendidikan Agama Islam, Bapak Umul dan Bapak Sahlan, yang langsung memberikan ruang dan waktu bagi para penyuluh untuk berinteraksi dengan para siswa.

Pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, kegiatan pembinaan dan sosialisasi pun dilaksanakan di SMKN 1 Bojongsari. Di hadapan ratusan siswa-siswi, para Penyuluh Agama Islam menyampaikan materi dengan lugas dan relevan. Topik mengenai bahaya perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun siber, dibahas secara mendalam, dikaitkan dengan perspektif ajaran Islam yang melarang segala bentuk tindakan menyakiti orang lain.

Selain itu, para penyuluh juga menekankan pentingnya penguatan akidah sebagai pondasi utama dalam bertindak. Dengan akidah yang kokoh, seorang siswa diharapkan mampu membedakan antara yang hak dan yang batil, sehingga dapat membentuk akhlakul karimah (akhlak yang mulia) dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Suasana pembinaan berlangsung interaktif dan dinamis. Para siswa-siswi SMKN 1 Bojongsari menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tidak hanya mendengarkan dengan saksama, tetapi juga aktif bertanya mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari cara menyikapi perundungan hingga tips menjaga perilaku baik di era digital.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi yang berkelanjutan antara KUA Bojongsari dan institusi pendidikan untuk bersama-sama membentengi generasi muda dari pengaruh negatif dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.


Pewarta: Thofikkur Rokhman

"Bakti Bersih Integritas: KUA Bojongsari Perkuat Komitmen Dukung Kantor Kementerian Agama Purbalingga Menuju WBK Tahun 2025"

 

Foto: Kegiatan Jumat Bersih,Kantor Urusan Agama Kecamatan Bojongsari Berkomitmen siap Dukung Kementerian Agama Purbalingga Menuju WBK Tahun 2025.17/10/2025

Bakti Bersih  Integritas: KUA Bojongsari Perkuat Komitmen Siap Dukung Kementerian Agama Purbalingga menuju WBK Tahun 2025.

Bojongsari (KUA)- 17/10/2025 hari jumat dalam menyambut optimistis keberhasilan meraih predikat Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada tahun 2025,Kantor Kementerian Agama Purbalingga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojongsari menunjukkan komitmen  langkah nyata dalam membangun budaya kerja bersih dan melayani. Komitmen ini tidak hanya diwujudkan dalam peningkatan kualitas layanan administrasi, tetapi juga melalui aksi kepedulian bersama yang melibatkan seluruh staf dan Penyuluh Agama Islam: Kerja Bakti Bersama. 

Seluruh pegawai KUA Bojongsari, mulai dari Kepala KUA hingga staf pelaksana serta Penyuluh Agama Islam , serentak di lingkungan kantor dan sekitarnya. Dengan semangat gotong royong, mereka membersihkan, menata, dan memperindah area kerja. Kegiatan ini merupakan simbolisasi kuat bahwa semangat kebersihan, ketertiban, dan transparansi harus dimulai dari lingkungan internal, mencerminkan birokrasi yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dengan berkomitmen dukung Kantor Kementerian Agama Purbalingga. 

Kepala KUA Bojongsari, Muthohir menyampaikan, "Kerja bakti ini bukan sekadar membersihkan fisik, tetapi juga membersihkan niat dan komitmen kita. Kami ingin memastikan bahwa Kantor Urusan Agama Bojongsari siap berkomitmen untuk Kantor Kementerian Agama Purbalingga benar-benar siap menjadi role model Wilayah Bebas Korupsi. Lingkungan yang bersih adalah cerminan dari hati yang bersih, dan itu adalah modal utama kita dalam memberikan pelayanan publik yang prima dan berintegritas."

Inisiatif kerja bakti ini adalah bagian integral dari enam area perubahan dalam pembangunan Zona Integritas, khususnya di area manajemen perubahan dan penataan tata laksana. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama di kalangan pegawai, sekaligus menjadi pesan terbuka kepada masyarakat bahwa KUA Bojongsari berkomitmen penuh mewujudkan reformasi birokrasi demi pelayanan pencatatan nikah dan memberikan  pelayanan keagamaan yang lebih baik dan bebas KKN. Bentuk dukungan terhadap Kantor Kementerian Agama Purbalingga siap melangkah menuju predikat WBK 2025

Pewarta Thofikkur Rokhman.

KUA Bojongsari Gelar Doa Bersama, Perkuat Komitmen Menuju Zona Integritas WBK Tahun 2025

 

Foto:Dokumentasi Kantor Urusan Agama Kecamatan Bojongsari, kegiatan doa bersama dalam rangka menuju Sukses Penilaian Zona Integritas wilayah Bebas Korupsi (WBK) Tahun 2025

KUA Bojongsari Gelar Doa Bersama, Perkuat Komitmen Menuju Zona Integritas WBK 2025

BOJONGSARI (KUA) – Kantor Urusan Agama Kecamatan Bojongsari langsung menindaklanjuti Surat Edaran dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Nomor: 5301/Kk.11.03/1/HM.00/10/2025 perihal Doa Bersama Sukses Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025.

Kegiatan doa bersama dilaksanakan di lingkungan KUA Bojongsari pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, setelah kegiatan ro'an atau kerja bakti membersihkan kantor. Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Bojongsari, Muthohir, dan dihadiri oleh seluruh Penyuluh Agama Islam (PAI) serta staf pegawai KUA Bojongsari.

Dalam sambutannya, Muthohir menyampaikan pentingnya menindaklanjuti dan menginternalisasi setiap instruksi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, terutama yang berkaitan dengan suksesnya penilaian Zona Integritas menuju WBK pada tahun 2025.

"Doa bersama ini merupakan wujud ikhtiar batin kita, melengkapi ikhtiar lahir yang sudah kita lakukan melalui kerja keras dan penerapan pelayanan prima SEHATI (Santun, Efektif dan Efisien, Humanis, Amanah, Tertib dan Ikhlas)," ujar Muthohir.

Ia juga menekankan agar seluruh jajaran KUA Bojongsari terus menjaga kebersihan, kerapihan, dan kenyamanan lingkungan kerja, serta senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menerapkan nilai-nilai anti-korupsi.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan komitmen bersama seluruh jajaran KUA Bojongsari dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, melayani, dan bebas dari korupsi, sejalan dengan program pembangunan Zona Integritas Kemenag Purbalingga. Sesuai instruksi, kegiatan doa bersama ini juga akan dipublikasikan melalui media sosial KUA Bojongsari sebagai bentuk transparansi dan edukasi publik.


Pewarta:Thofikkur Rokhman

Kamis, 16 Oktober 2025

Mengurai Status Nikah Siri: KUA Bojongsari Tingkatkan Pendataan Melalui Program GAS

 

Foto:Dokumentasi Kantor Urusan Agama Kecamatan Bojongsari Penyuluh Agama KUA Bojongsari Dampingi Pasangan Nikah Siri Dalam Proses pendataan 16/10/2025

Bojongsari (KUA) - Dalam rangka menindaklanjuti program GAS (Gerakan Sadar Pencatatan Nikah), Penyuluh Agama Islam KUA Bojongsari, Dariman dan Tohar, aktif melakukan pendataan dan edukasi di wilayah Kecamatan Bojongsari pada hari Kamis, 16 Oktober 2025. Program ini bertujuan untuk membantu pasangan suami istri yang telah melangsungkan nikah siri agar dapat melegalkan pernikahannya secara hukum negara dan agama

Pendataan dilakukan terhadap dua pasangan dengan latar belakang status perkawinan yang unik:

1.Pasangan Bapak Warno dan Ibu Ambarwati (Desa Banjaran)

Tim Penyuluh Agama mendatangi kediaman Bapak Warno dan Ibu Ambarwati di Desa Banjaran RT 5. Pasangan ini telah melangsungkan nikah siri pada Agustus 2025.

  • Status Suami: Bapak Warno berstatus ditinggal mati oleh istri pertama, dan memiliki bukti berupa surat kematian istri.

  • Status Istri: Ibu Ambarwati saat menikah siri sedang dalam proses perceraian di pengadilan, di mana akta cerainya diperkirakan akan terbit pada tanggal 6 November 2025.

  • Pelaksanaan Nikah: Pernikahan siri mereka didampingi oleh wali (kakak kandung Ibu Ambarwati) serta disaksikan oleh Ustadz Afwan dan Bapak Nurdin.

  • Dokumentasi: Pasangan ini memiliki lampiran bukti nikah siri.

Kondisi Ibu Ambarwati yang menikah sebelum putusan cerai inkrah (berkekuatan hukum tetap) menjadi catatan penting yang perlu pendampingan lebih lanjut dalam proses legalisasi nikah.

2. Pasangan Bapak Fajar Eko Nurgito dan Ibu Helda Nur Afriana (Desa Kajongan)

Pendataan selanjutnya dilakukan di Desa Kajongan RT 1 RW 1. Pasangan ini, Bapak Fajar Eko Nurgito dan Ibu Helda Nur Afriana, telah sama-sama memiliki status janda/duda.

  • Status Suami: Bapak Fajar Eko Nurgito, yang berasal dari Kalimanah Rapak RT 3 RW 4, berstatus duda cerai dan telah memiliki akta cerai.

  • Status Istri: Ibu Helda Nur Afriana juga berstatus janda cerai sejak tahun 2021 dan memiliki akta cerai.

  • Pelaksanaan Nikah: Wali nikah mereka adalah orang tua kandung Ibu Helda, Bapak Ahmad Salimi.

  • Dokumentasi: Pasangan ini memiliki bukti nikah siri dan saat ini belum dikaruniai anak.

Melalui program GAS ini, KUA Bojongsari terus berupaya memastikan seluruh pernikahan di wilayahnya tercatat resmi, memberikan kepastian hukum, dan melindungi hak-hak pasangan, terutama bagi mereka yang terhalang kendala administrasi atau riwayat status perkawinan sebelumnya. Pendampingan ini menjadi langkah awal krusial menuju pencatatan nikah yang sah dan lengkap.


Pewarta: Thofikkur Rokhman

Kontak

Akurasi Sempurna: KUA Bojongsari Bersama Pemdes Gembong Sukses Ukur Arah Kiblat Lewat Momentum Rashdul Kiblat

Foto: Kegiatan rasdulkiblat di lapangan Desa Gembong Bharata , pemdes, PCM dan Penyuluh Agama Islam(15/7/2026).  BOJONGSARI (KUA) - Memanfaa...