Senin, 06 Juli 2026

Menjemput Hari dengan Dedikasi: Apel Pagi KUA Bojongsari Kobarkan "Semangat Pagi"

 

Foto: Apel Pagi Kantor Urusan Agama Bojongsari dipimpin langsung Kepala KUA Bojongsari Muthohir, 06/07/2026.

Bojongsari (KUA) - Mengawali pekan pelayanan dengan integritas dan kedisiplinan, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojongsari melaksanakan kegiatan rutin Apel Pagi. Bertempat di halaman kantor, apel ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting untuk menyelaraskan visi dan memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.


Dengan yel-yel khas yang menggema, "Semangat Pagi!", seluruh peserta apel menyambut arahan dari pimpinan dengan penuh antusias. Dalam amanatnya, ditekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan, kerapian administrasi, serta inovasi dalam menghadirkan kemudahan bagi masyarakat Bojongsari.

​Apel pagi ini menjadi motor penggerak bagi seluruh penyuluh dan staf KUA Bojongsari untuk terus bekerja secara profesional, ramah, dan akuntabel sepanjang hari. KUA Bojongsari, Siap Melayani dengan Hati


Humas KUA Bojongsari

Thofikkur Rokhman

Kamis, 18 Juni 2026

Resmi Dimulai, Kakan Kemenag Purbalingga Lakukan Peletakan Batu Pertama Gedung SBSN KUA Bojongsari

Foto:Zahid Khasani Kakan kemenag Purbalingga peletakan batu pertama pembangunan gedung SBSN Balai Nikah dan Layanan Keagamaan KUA Bojongsari, Rabu 18/06/2026.


BOJONGSARI (KUA)- Langkah awal pembangunan Gedung SBSN Balai Nikah Dan Layanan Keagamaan KUA Kecamatan Bojongsari resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, pada Kamis (18/06/2026).

Kepala Kantor Kemenag Purbalingga, Zahid Khasani, dalam arahan dan bimbingannya menekankan pentingnya menjaga akuntabilitas di setiap tahapan proyek. Ia meminta seluruh elemen yang terlibat untuk menjaga integritas dan keterbukaan.
​"Transparansi, komunikasi, dan koordinasi harus terus dilakukan antar-stakeholder agar pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, dan hasilnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," tegas Zahid.


Sementara sambutan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SBSN, Wisnu Sudarman. Dalam laporannya, Wisnu berharap agar seluruh proses pembangunan berjalan tanpa hambatan. "Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan seluruh pengerjaannya tepat mutu, sesuai dengan spesifikasi (spek) yang telah ditentukan," ujarnya.


​Ia juga komitmen bersama telah disepakati antara PPK dan CV Taha selaku pelaksana proyek, yang mencakup ketepatan timeschedule, pemantapan struktur manajerial di lapangan, hingga kesepakatan material. Proyek strategis ini ditargetkan rampung dalam jangka waktu 120 hari kalender.


Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran internal Kemenag Purbalingga seperti Kasi Bimas Islam dan Kasi PAIS. Turut hadir pula Camat Bojongsari beserta unsur Forkopimcam, Tim Teknis PUPR, CV Taha (diwakili Pak Syamsi), CV Waskita, CV Yoga Karya Konsultan, Ketua APRI, Ketua IPARI, serta jajaran tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.



​Di akhir acara, Kepala KUA Bojongsari, H. Muthohir, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dimulainya proyek ini. Beliau mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, doa, dan partisipasi aktif sehingga tahapan pembangunan gedung baru KUA Bojongsari ini dapat berjalan dengan baik.


Humas KUA Bojongsari
Thofikkur Rokhman

Selasa, 09 Juni 2026

Sinergi KUA Bojongsari dan PPTQ Al Husna Patemon: Siapkan Santri Jadi Agen Perubahan di Masyarakat

 

Foto:Kegiatan Penyuluh KUA Bojongsari di PP. Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al Husna, Desa Patemon, menggelar Penyuluhan pembekalan khusus bagi para santri calon wisudawan pada Selasa (9/6/2026).

BOJONGSARI (KUA)- 9/6/2026 Selasa, Dunia di luar pesantren menyuguhkan dinamika yang jauh berbeda bagi para santri yang akan segera menyelesaikan masa studinya. Menyadari hal tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojongsari berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Al Husna, Desa Patemon, menggelar kegiatan pembekalan khusus bagi para santri calon wisudawan pada Selasa (9/6/2026).

​Langkah proaktif ini diinisiasi bersama untuk membangun kesiapan mental, spiritual, dan wawasan sosial para santri. Melalui pembekalan ini, para lulusan diharapkan tidak canggung saat kembali ke kampung halaman dan mampu beradaptasi dengan realitas kehidupan bermasyarakat yang serba dinamis.

​Membentengi Generasi Muda dari Tantangan Kontemporer

​Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, Tim Penyuluh Agama Islam dari KUA Bojongsari membedah sejumlah isu krusial yang saat ini menjadi tantangan besar di tengah masyarakat. Materi yang disampaikan dirancang khusus sebagai "perisai" bagi para santri, di antaranya:

Foto:koordinasi dengan Pengasuh PP Tahfidzul Quran, Tohar, Dariman, Siti Rofiqoh(Penyuluh KUA Bojongsari. 

Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba: Memberikan edukasi mendalam agar benteng keimanan dan moral santri tidak goyah oleh ancaman zat adiktif.

​Dampak Buruk Pergaulan Bebas: Menanamkan kembali pentingnya menjaga kehormatan diri serta batasan pergaulan yang sehat sesuai tuntunan syariat.

​Pencegahan Pernikahan Dini: Mengedukasi santri mengenai pentingnya kematangan usia, kesiapan mental, finansial, dan fisik sebelum melangkah ke jenjang rumah tangga demi mewujudkan keluarga yang sakinah.

Antusiasme tinggi terpancar dari para santri. Sesi diskusi tidak sekadar menjadi ajang mendengarkan, melainkan ruang dialog interaktif di mana para santri aktif menggali tips praktis untuk membentengi diri dan lingkungan mereka kelak.

Komitmen Sinergi demi Karakter Bangsa

​Kepala PPTQ Al Husna Patemon, Ust. Ubaidillah, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan kehadiran KUA Bojongsari. Menurutnya, pembekalan ini merupakan modal sosial yang sangat mahal bagi para santri sebelum mereka terjun langsung menjadi bagian dari masyarakat.

​"Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda sekali selesai, melainkan wujud sinergi yang berkelanjutan antara KUA dan pondok pesantren. Ini adalah langkah nyata dalam memberikan penguatan karakter dan pembekalan mental yang kokoh bagi para santri," tutur Ust. Ubaidillah.

​Melalui pembekalan strategis ini, lulusan PPTQ Al Husna Patemon diproyeksikan tidak hanya menjadi pribadi yang matang dalam ilmu agama dan hafalan Al-Qur'an, tetapi juga figur yang tangguh, adaptif, serta mampu memosisikan diri sebagai agen perubahan (agent of change) yang membawa dampak positif di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.


Humas KUA Bojongsari

Thofikkur Rokhman

Selasa, 19 Mei 2026

Gelar Program BRUS di Pondok Pesantren Al-Mansyuroh Brobot "Penyuluh Agama Islam KUA Bojongsari"Cegah Pernikahan Dini

foto: Selasa, 19/05/2026.Kegiatan Cegah Pernikahan Dini, Penyuluh Agama KUA Bojongsari Gelar Program BRUS di Pondok Pesantren Al-Mansyuroh Brobot Bojongsari

BOJONGSARI (KUA) - Sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan generasi muda, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojongsari sukses menyelenggarakan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Mansyuroh, Desa Brobot, Kecamatan Bojongsari, dengan menyasar ratusan santri yang tengah memasuki usia remaja.


Sebanyak 300 santriwan dan santriwati antusias mengikuti jalannya bimbingan. Demi menjaga kekondusifan dan efektivitas penyampaian materi, peserta dibagi menjadi dua kelompok terpisah. Kelompok santriwan mendapatkan pembekalan langsung dari Penyuluh Agama bapak-bapak, sedangkan kelompok santriwati didampingi oleh Penyuluh Agama perempuan.
 

Menanamkan Kedewasaan dan Pemahaman Regulasi
Fokus utama materi yang disampaikan dalam program BRUS kali ini adalah edukasi masif mengenai pencegahan pernikahan dini. Para penyuluh menekankan bahwa pernikahan merupakan ibadah mulia untuk menyempurnakan separuh agama dan membentuk ikatan lahir batin yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Namun, keindahan mahligai rumah tangga tersebut hanya dapat terwujud jika kedua belah pihak telah matang, mandiri, dan siap secara emosional maupun mental.


Di hadapan para santri, tim KUA Bojongsari juga memaparkan regulasi pernikahan di Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang telah diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, negara telah menetapkan batas usia minimal pernikahan yang sah adalah 19 tahun, baik untuk laki-laki maupun perempuan.


Faktor Pemicu Pernikahan Dini yang Harus Diwaspadai:

Faktor tekanan orang tua atau keluarga

Keterbatasan faktor ekonomi dan tingkat pendidikan

Keinginan sendiri yang belum matang secara emosional

Pengaruh negatif media massa dan pergaulan bebas (kasus Married by Accident / MBA)

Selain membedah faktor penyebab, para penyuluh juga mengupas tuntas dampak multi-dimensi yang ditimbulkan akibat pernikahan dini, mulai dari kerentanan psikologis (mental yang belum siap), hambatan ekonomi, hingga problem sosial di masyarakat.

Sepanjang acara, para santriwan dan santriwati tampak menyimak dengan saksama dan aktif mencatat poin-poin penting yang dipaparkan oleh para pemateri.

Dukungan Penuh dari Pihak Pesantren
Kegiatan positif ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari pengasuh dan pengurus pesantren. Pembina Pondok Pesantren Al-Mansyuroh, Ustaz Maimun Al-Yastawi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan bimbingan dari jajaran KUA Bojongsari.

Kami sangat berterima kasih atas ilmu dan bimbingan yang diberikan kepada para santri kami. Ini adalah wujud nyata dalam menambah wawasan santri, khususnya terkait pencegahan pernikahan dini di lingkungan pondok pesantren. Kami selaku pengurus sangat mendukung penuh program-program pemerintah yang edukatif seperti ini," ungkap Ustaz Maimun.

Melalui program BRUS ini, KUA Bojongsari berharap para santri Pondok Pesantren Al-Mansyuroh dapat menjadi generasi yang cerdas, berwawasan luas, dan mampu merencanakan masa depan mereka dengan matang demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Humas KUA Bojongsari
Thofikkur Rokhman


Senin, 11 Mei 2026

Goresan Tinta Pertama Ismail Hasan: PNS Baru, Tugas Baru, dan Janji Suci Ikhwan-Faiza”

 

Foto: Senin Kegiatan pelaksanaan nikah dikantor Urusan Agama Bojongsari, 11,05/2026.

Bojongsari (KUA) - Suasana khidmat menyelimuti gedung sementara KUA Bojongsari yang bertempat di MTs NU 06 Bojongsari pada Senin (11/05/2026). Meski pelayanan kantor dialihkan sementara akibat adanya pemugaran gedung utama, hal tersebut tidak mengurangi kesakralan prosesi akad nikah pasangan Ikhwan Al Madani dan Faiza Rahma Nisa dari Galuh.


Pernikahan ini menjadi kian istimewa karena tercatat sebagai momen perdana bagi Ismail Hasan, penghulu yang baru saja resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) per 1 Mei lalu. Dalam tugas pertamanya ini, Ismail Hasan memberikan sambutan hangat yang menekankan pentingnya komitmen bersama dalam membangun fondasi rumah tangga.


Membentuk keluarga yang Sakinah, Mawaddah, warahmah bukan sekadar impian, melainkan hasil dari upaya konsisten dalam menjaga komunikasi dan landasan agama yang kuat," tutur Ismail di hadapan kedua mempelai.


Hadir mendampingi di lokasi, Kepala KUA Bojongsari, Muthohir, memberikan dukungan penuh sekaligus supervisi dalam prosesi tersebut. Beliau menyampaikan bahwa bimbingan dan arahan bagi penghulu baru sangatlah krusial. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa setiap pelaksanaan akad nikah tidak hanya sah secara syariat agama Islam, tetapi juga tertib secara administrasi dan aturan negara.


Meski berlangsung di lokasi transisi, prosesi akad nikah Ikhwan dan Faiza berjalan dengan lancar dan penuh rasa syukur, menandai babak baru kehidupan mereka di bawah naungan legalitas negara dan restu agama.


Humas KUA Bojongsari

Thofikkur Rokhman

Selasa, 05 Mei 2026

Pasca Pelatihan Excellent Service, KUA Bojongsari Langsung Akselerasi Pelayanan Prima SEHATI

 


Foto:Selasa, 5/05/2026, Kepala KUA Bojongsari, Muthohir, langsung memimpin briefing  bagi tim Front Office, setelah mengikuti pelatihan Excellent Service yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.


BOJONGSARI(KUA) – Bergerak cepat dalam meningkatkan kualitas layanan, KUA Bojongsari menggelar briefing khusus bagi petugas Front Office segera setelah mengikuti pelatihan Excellent Service yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.


Briefing yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Bojongsari, Muthohir, bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh standar pelayanan prima yang telah dipelajari segera diterapkan di lapangan. Dalam arahannya, Muthohir menekankan bahwa kepuasan masyarakat adalah indikator utama keberhasilan kinerja KUA.


Setelah mendapatkan pelatihan, saatnya kita membuktikan dengan aksi nyata. Standar Excellent Service harus menyatu dalam setiap napas pelayanan SEHATI kita. Masyarakat harus merasakan kenyamanan, keramahan, dan kepastian saat berurusan di KUA Bojongsari," tegas Muthohir. Beliau juga mengingatkan pentingnya aspek disiplin dan profesionalitas sebagai fondasi dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.


Kantor Urusan Agama Bojongsari, berkomitmen bahwa setiap senyuman dan bantuan yang kami berikan adalah bentuk pengabdian terbaik untuk umat. Siap melayani lebih baik setiap hari. 


Humas KUA Bojongsari

Thofikkur Rokhman

Senin, 04 Mei 2026

Gelorakan Yel-Yel WBBM 2027, KUA Bojongsari Perkuat Pelayanan Sehati dan Integritas

 

Foto: Kegiatan Apel Pagi, 3/05/2026, Kantor Urusan Agama Bojongsari dipimpin "Muthohir" Kepala KUA Bojongsari. 

BOJONGSARI (KUA) - Semangat menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2027 bergema kuat dalam apel pagi di lingkungan KUA Bojongsari. Dipimpin langsung oleh Kepala KUA, Muthohir, apel diawali dengan yel-yel khas Kemenag Purbalingga SEHATI  X2 "Galaksi" ( Tolak Gratifikasi) No Korupsi, Inovasi Berdampak Kemenag Purbalingga Untuk Umat, Urab Mendoan, Paku Bumi, WBBM Tahun 2027 Siap...Siap...Siap ...Pasti Kita Dapat, sebagai bentuk komitmen seluruh jajaran Kemenag Purbalingga dalam menolak korupsi dan memberikan budaya pelayanan prima SEHATI. 


Dalam amanatnya, Muthohir menekankan pentingnya inovasi yang berdampak langsung bagi umat, seperti program Urab Mendoan dan Paku Bumi. Beliau menginstruksikan seluruh pegawai untuk senantiasa memberikan pelayanan prima yang SEHATI (Santun, Efektif, Efisien, Humanis, Amanah, Tertib, Ikhlas) serta disiplin dalam menjalankan tupoksi masing-masing.


Selain penguatan integritas, apel ini juga menjadi sarana sosialisasi regulasi. Muthohir menjelaskan perubahan sebutan P3N yang kini kembali menggunakan istilah Pak Kayim atau Modin. Beliau juga menegaskan aturan biaya nikah: Nol Rupiah jika dilaksanakan di KUA pada jam kerja, dan biaya Rp600.000 yang langsung masuk ke kas negara jika dilaksanakan di luar kantor.




Suasana haru dan bangga menyelimuti akhir apel saat Kepala KUA memberikan ucapan selamat kepada tiga personel yang resmi menyandang status PNS per 1 Mei 2026, yaitu Ismail Hasan, Nasruddin, dan Sabarina Rizki Amalia. "Semoga amanah baru ini menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi bagi bangsa dan agama," pungkasnya.


Humas KUA Bojongsari

Thofikkur Rokhman

Kontak

Akurasi Sempurna: KUA Bojongsari Bersama Pemdes Gembong Sukses Ukur Arah Kiblat Lewat Momentum Rashdul Kiblat

Foto: Kegiatan rasdulkiblat di lapangan Desa Gembong Bharata , pemdes, PCM dan Penyuluh Agama Islam(15/7/2026).  BOJONGSARI (KUA) - Memanfaa...