Foto:Kegiatan Penyuluh Agama Islam KUA Bojongsari Gelar Pembinaan Akhlak dan Anti-Bullying Di SMKN 1 Bojongsari 17/10/2025
Antisipasi Dampak Kasus Viral,Penyuluh Agama Islam KUA Bojongsari Gelar Pembinaan Akhlak dan Anti-Bullying di SMKN 1 Bojongsari
Bojongsari (KUA) -Beredarnya video viral mengenai insiden kekerasan yang melibatkan Kepala Sekolah SMAN I Cimarga, Dini Fitri, terhadap seorang siswa kelas 12 di Kabupaten Lebak, Banten, telah memicu keprihatinan luas di dunia pendidikan. Merespons hal tersebut dengan cepat, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) 'Muthohir' Kecamatan Bojongsari mengambil langkah proaktif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayahnya.
Kepala KUA Bojongsari menugaskan para Penyuluh Agama Islam (PAI) untuk segera menggencarkan pembinaan ke sekolah-sekolah melalui program BRUS (Bina Remaja Usia Sekolah). Program ini difokuskan pada isu-isu krusial seperti perundungan (bullying), penguatan akidah, serta pembentukan akhlak mulia guna menciptakan generasi muda yang berperilaku baik dan terhormat.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, tim PAI KUA Bojongsari langsung bergerak dan berkoordinasi dengan sejumlah sekolah. Salah satu yang menjadi sasaran awal adalah SMKN 1 Bojongsari. Inisiatif ini disambut hangat oleh pihak sekolah, khususnya oleh guru Pendidikan Agama Islam, Bapak Umul dan Bapak Sahlan, yang langsung memberikan ruang dan waktu bagi para penyuluh untuk berinteraksi dengan para siswa.
Pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, kegiatan pembinaan dan sosialisasi pun dilaksanakan di SMKN 1 Bojongsari. Di hadapan ratusan siswa-siswi, para Penyuluh Agama Islam menyampaikan materi dengan lugas dan relevan. Topik mengenai bahaya perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun siber, dibahas secara mendalam, dikaitkan dengan perspektif ajaran Islam yang melarang segala bentuk tindakan menyakiti orang lain.
Selain itu, para penyuluh juga menekankan pentingnya penguatan akidah sebagai pondasi utama dalam bertindak. Dengan akidah yang kokoh, seorang siswa diharapkan mampu membedakan antara yang hak dan yang batil, sehingga dapat membentuk akhlakul karimah (akhlak yang mulia) dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Suasana pembinaan berlangsung interaktif dan dinamis. Para siswa-siswi SMKN 1 Bojongsari menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tidak hanya mendengarkan dengan saksama, tetapi juga aktif bertanya mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari cara menyikapi perundungan hingga tips menjaga perilaku baik di era digital.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi yang berkelanjutan antara KUA Bojongsari dan institusi pendidikan untuk bersama-sama membentengi generasi muda dari pengaruh negatif dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
Pewarta: Thofikkur Rokhman







